Mengenal Aksara Lampung

Aksara Lampung atau had Lampung adalah bentuk tulisan yang resmi digunakan oleh masyarakat Lampung. Aksara ini dibaca dari kiri ke kanan, seperti tulisan alfabet. Aksara Lampung biasa digunakan untuk menulis surat, menulis lembaran puisi atau lagu, dan lain lain. Aksara Lampung memiliki 20 induk huruf dan 11 anak huruf.

Anak huruf aksara Lampung yang terletak di atas yaitu ulan (i), ulan (e’), bicek (e), datas (an), rejenjung (ar), dan tekelubang (ang).

Anak huruf aksara Lampung yang terletak di bawah yaitu bitan (u), bitan (o), dan tekelungau (au).

Anak huruf aksara Lampung yang terletak di samping yaitu tekelingai (ai), dan keleniah (ah).

Fungsi dari aksara lampung adalah

  • menulis surat
  • aturan hukum
  • surat resmi
  • mantra atau sihir
  • cara sesajian
  • petuah-petuah
  • syarat menjadi pemimpin
  • obat-obatan
  • syair mistik Islam

 

Pembahasan

Aksara Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. Tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab. Aksara ini ditulis dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda-tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan melainkan menggunakan tanda di belakang di mana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.

Aksara Lampung memiliki beberapa jenis huruf sebagai berikut:

1. Induk Huruf

 

2. Anak Huruf

Anak huruf yang terletak di atas huruf

  • Ulan adalah anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti setengah lingkaran. Ulan sendiri memiliki dua bunyi
  • yaitu (i) ketika ulan menghadap ke atas, seperti huruf “U” dan berbunyi (ē) ketika ulang menghadap ke bawah seperti “n”.
  • Bicek merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti huruf “I”. Bicek memiliki funsi yang sama dengan huruf (e).
  • Tekelubang merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti fathah dalam huruf Arab. Tekelubang memiliki bunyi (ng).
  • Datas merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf dan berbentuk seperti fathain dalam huruf Arab. Datas memiliki bunyi (n).
  • ketelubang merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas huruf. Ketelubang memiliki bunyi (r).

Anak huruf yang terletak di bawah huruf

  • Bitan merupakan anak aksara Lampung yang terletak di bawah huruf. Bitan memiliki dua bunyi yaitu (u) ketika bitan berbentuk seperti kasrah dalam huruf Arab dan berbunyi (o)ketika bitan berbentuk seperti ”I” di bawah huruf.
  • Tekelungau merupakan anak aksara Lampung yang terletak di bawah huruf dan berbentuk seperti setengah lingkaran atau mirip dengan huruf “u”. Tekelungau memiliki bunyi (au).

Anak huruf yang terletak di samping huruf

  • Telengai merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas kanan huruf dan berbentuk seperti “I” tegak lurus. Telingai memiliki bunyi (ai).
  • Keleniah  merupakan anak aksara Lampung yang terletak di atas kanan huruf dan berbentuk seperti huruf “ha”, namun bentuknya kecil seperti pangkat. Keleniah memiliki bunyi (h).
  • Nengen merupakan anak aksara Lampung yang terletak di samping kanan huruf dan berbentuk garis miring “/”. Nengen memiliki fungsi sebagai mematikan huruf di sebelah kirinya menjadi huruf mati.

3. Tanda Baca

 

4. Angka

 

Berikut contoh dialog singkat menggunakan bahasa Lampung beserta artinya

 

Tika: Selamat tukuk Tia, nyo kabagh? (Selamat pagi Tia, apa kabar?)

Tia: Kabagh wawai (Kabar baik)

Tika: Ulahnyo nikeu gawoh mak sekula berubbei? (Kenapa kamu tidak sekolah kemarin?)

Tia: Nyak maghing, anying tano nyak ghadeu sihat (Aku sakit, tetapi sekarang aku sudah sehat)

Tika: Alhamdulillah, anying nikeu dang tutuk senam ho. Nikeu ghahhak lak    wat bigo sihat (Alhamdulillah, tetapi kamu jangan ikut senam dulu. Kamu sepertinya belum terlalu sehat)

Tia: Yeu, teghimo kasih Tika. Debengei wat tugas mak? (Iya, terima kasih Tika. Kemarin ada tugas tidak?)

Tika: Ngemik tugas bahaso Lappung. Gham mustei ngapalken minimal pak sesikun liwat disetor minggeu depan (ada, tugas bahasa lampung. Kita harus menghafalkan minimal empat peribahasa Lampung lalu disetor minggu depan)

Tia: Wat lagi mak? (Ada lagi tidak?)

Tika: Mak wat, Tia (Tidak ada, Tia)

Tia: Teghimo kasih Tika, ghadeu ngejuk pandai sikam (Terima kasih Tika, sudah memberi tahu aku)

Tika: awek. Payeu, sikam mustei lapah adek kelas (Sama-sama. Baiklah, aku harus pergi ke kelas)

Tia: Yeu (Iya)

 

Pembahasan

Dialog Bahasa Lampung

Bahasa lampung terdiri dari dua dialek, yaitu dialek A(api) dan dialek O (nyo). Kali ini saya akan membahas dialek O. Dalam mempelajari bahasa Lampung, percakapan adalah hal yang penting. Siswa harus menguasai dasar-dasar percakapan untuk dapat mengerti bahasa Lampung dan dapat berbicara dengan orang Lampung. Berikut saya rangkum beberapa kosakata dasar untuk percakapan dalam bahasa Lampung.

 

Aku = Sikam, nyak

Kamu = Nikeu

Kita =  Gham

Kalian = Mettei

Mereka = Tiyan

Kami = Sikam

Dia = Yo

Apa = Nyo

Siapa = Apo

Kapan = Akun kedo

Berapa = Pigho

Menyapa = Ulahnyo

Ke = Adek

Di = Di

Ini = Ijo

Itu = Ino, Inei

Dari = Anjak

Kemarin = Berubbei

Besok = Jimmeh

Pagi = tukuk

Siang = Dawah

Sore = Debei, Dibi

Malem = Debingei

Iya = Yeu

Tidak = Mak

Pergi = Lapah

Pulang = Mulang, Balik

Kecil = Lunik

Besar = Balak

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*