Karbohidrat dan Protein

A. Karbohidrat

Karbohidrat disebut juga dengan sakarida. Karbohidrat yang paling sederhana adalah gula. Gula yang paling sederhana adalah monosakarida. Gula yang tersusun dari dua unit sakarida dinamakan disakarida. Adapun karbohidrat kompleks yang terdiri atas banyak unit monosakarida disebut polisakarida.

Monosakarida
Monosakarida ialah karbohidrat yang paling sederhana yaitu karbohidrat yang tidak dapat diuraikan atau dihidrolisis menjadi karbohidrat lain.

Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari dua monosakarida melalui reaksi kondensasi. Disakarida terpenting adalah sukrosa,maltosa,dan laktosa. Ketiganya memiliki rumus molekul C12H22O11.
 Sukrosa terdiri atas 1 molekul glukosa dan 1 molekul fruktosa.
 Maltosa terdiri atas 2 molekul glukosa
 Laktosa terdiri atas 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa
Sukrosa bukan merupakan gula pereduksi, sedangkan laktosa dan maltosa adalah gula pereduksi karena dapat mereduksi larutan Fehling.

Uji karbohidrat

1. Uji Molisch
Uji Molisch adalah uji umum untuk karbohidrat. Peraksi pada uji Molisch adalah alfanaftol. Apabila larutan atau suspensi karbohidrat diberi beberapa tetes larutan alfanaftol dan asam sulfat pekat secukupnya,akan terbentuk dua lapisan cairan. Pada bidang batas kedua lapisan tersebut akan terbentuk warna merah-ungu.
Reaksi:
Karbohidrat + larutan Aftanaftol + H2SO4 pekat → terbentuk 2 lapisan ( warna merah-ungu )

2. Uji Fehling atau Benedict
Gula pereduksi ,yaitu monosakarida dan disakarida(maltosa dan (kecuali sukrosa),dapat ditunjukkan dengan pereaksi Fehling atau pereaksi Benedict. Gula pereduksi bereaksi dengan pereaksi Fehling atau pereaksi Benedict menghasilkan endapan merah bata Cu2O. Pereaksi Benedict dapat digunakan untuk memeriks adanya gula dalam urine.
Reaksi:
Karbohidrat + Fehling / Benedict → endapan Cu2O ( merah bata )

3. Uji Iodin atau uji amilum
Amilum memberi warna biru-ungu dengan larutan Iodin.
Reaksi:
Amilum + larutan Iodin → Warna biru-ungu

 

B. Protein

Beberapa reaksi pengenal protein.
1. Uji Biuret
Uji biuret adalah uji umum untuk protein (ikatan peptida),tetapi tidak dapat menunjukkan asam amino bebas. Bila protein ditetesi dengan larutan NaOH, kemudian larutan CuSO4 encer maka akan terbentuk warna ungu. Warna ungu tersebut menunjukkan adanya ikatan peptida(protein).

2. Uji ninhidrin

Uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino. Ninhidrin dapat mengubah asam amino (asam amino terminal) menjadi suatu aldehid. Uji ninhidrin dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes laarutan ninhidrin yang tidak berwarna ke dalam sampel,kemudian dipanasakan selama beberapa menit. Adanya protein atau asam amino ditunjukkan oleh terbentuknya warna ungu.

3. Uji Xantoproteat
Uji Xantoproteat adalah uji terhadap protein yang mengandung gugus fenil (cincin benzena). Apabila protein yang mengandung cincin benzena dipanaskan dengan asam nitrat pekat,akan terbentuk warna kungin yang kemudian menjadi jingga jika dibuat alkalis (basa) dengan larutan NaOH.

4. Uji Belerang
Adanya unsur belerang dalam protein dapat ditunjukkan sebagai berikut. Mula-mula larutan protein dengan larutan NaOH pekat dipanaskan,kemudian diberi beberapa tetes larutan timbal(II) asetat ( Pb(NO3)2). Jika terbentuk endapan hitam,menunjukkan adanya belerang. Endapan hitam tersebut disebabkan oleh PbS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*