Penggolongan Bunyi Berdasarkan Frekuensi

Nyanyikanlah sebuah lagu! saat menyanyi, sentuhlah lehermu, Apakah yang tanganmu rasakan? tentu kamu dapat merasakan lehermu bergetar. Sebenarnya getaran itu berasal dari pita suaramu. Pita suara bergetar menghasilkan bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Contoh :

  • Suara manusia dihasilkan dari pita suara
  • Suara gitar dihasilkan oleh dawai yang bergetar
  • Bunyi gendang dihasilkan oleh getaran membran/kulit gendang

Semua benda yang menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi, contohnya alat musik, radio, televisi, dan klakson.

Getaran adalah gerakan bolak balik yang melalui kedudukan atau titik keseimbangan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran disebut periode getar. Kedudukan kesetimbangan adalah kedudukan normal benda jika tidak sedang bergetar. Simpangan adalah jarak antara kedudukan benda yang bergetar pada suatu saat dari kedudukan setimbang. Amplitudo adalah simpangan terjauh dari kedudukan kesetimbangan. Amplitudo menentukan kuat lemahnya suatu bunyi. makin jauh simapangan getar, makin besar amplitudo, maka bunyi yang dihasilkan makin kuat. Makin jauh sumber bunyi, maka bunyi yang terdengar semakin lemah.

Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi selam satu detik. Satu getaran per detik disebut satu hertz (Hz). Frekuensi menentukan tinggi rendahnya bunyi. Makin banyak getaran yang terjadi dalam satu detik, makin besar frekuensi bunyinya, maka makin tinggi bunyi yang dihasilkan. Bunyi yang frekuensinya teratur disebut nada, sedangkan bunyi yang fekuensinya tidak teratur disebut desah.

Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

  • Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang dapat didengar manusia. Bunyi ini mempunyai rentang freuensi 20 – 20.000Hz.
  • Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang getarannya kurang dari 20 Hz. Hewan yang mendengar infrasonik misalnya jangkrik, angsa, anjing.
  • Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang getarannya lebih dari 20.000 Hz. hewan yang dapat mendengar bunyi ini antara lain lumba-lumba dan kelelawar. manusia dapat menciptakan gelombang ultrasonik.

Kegunaan gelombang ultrasonik untuk manusia anatar lain;

Pengukuran kedalaman laut. Gelombang ultrasonik dan pantulannya diterima oleh alat yang bernama fathometer. Dengan mencatat selisih waktu gelombang dipancarkan dan pantulannya, maka kedalaman air laut dapat dihitung.

Pemeriksaan bagian dalam organ tubuh dengan teknik ultrasonografi (USG). Pantulan gelombang bunyi dari jaringan, tulang, dan cairan tubuh manusia menghasilkan gambaran yang dapat dilihat di layar osiloskop (alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari).

Resonansi

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat benda lain yang bergetar. Resonansi bunyi pada kolom udara dimanfaatkan untuk menghasilkan bunyi pada alat musik.

Resonanti dapat terjadi pada;

  • benda yang memiliki frekuensi yang sama dengan frekuensi sumber getar.
  • Ada membran tipis
  • Benda memiliki tabung resonansi

Alat-alat musik memiliki lubang udara (tabung resonansi) sehingga terjadi resonansi udara dan menghasilkan suara yang merdu dan nyaring. misalnya beunyi merdu pada gitar dihasilkan oleh resonansi antara dawai dan kotak resonansi. Ketika gitar dipetik, udara di dalam kotak resonansi bergetar dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi dawai. Udara yang berada didalam gendang juga ikut bergetar, ketika gendang dipukul. Jika tidak ada kolom udara pada alat musik kita tidak dapat mendengar merdunya suara musik. COntoh lain pengaruh resonansi adalah ketika ada suara petir seringkali kaca jendela rumah ikut bergetar.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*