Penyesuain Diri Tumbuhan dengan Lingkungan

Tidak hanya hewan, tubuhan juga memiliki kemampuan diri (adaptasi) dengan lingkungannya. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk dapat bertahan hidup dihabitatnya dan untuk mempertahankan diri.

Penyesuaian Diri Tumbuhan dengan habitatnya

Beberapa bentuk penyesuaian diri tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, antara lain terdapat pada tumbuhan-tumbuhan berikut;

Teratai dan Enceng gondok;

Tumbuhan ini hidup dilingkungan yang berarir. Tumbuhan air melakukan beberapa penyesuaian diri untuk dapat hidup didaerah berair.

Adaptasi pada teratai, penyesuaian diri pada enceng gondok, daun tipis dan melebar untuk meningkatkan penguapan air.

Batang dan pangkal daun enceng gondok memiliki rongga udara untuk mempermudah mengapung di permukaan air. Akar enceng gondok lebat dan berserabut, berfungsi untuk menjaga keseimbangan agar tidak mudah terbalik dipermukaan air.

Kantong Semar; Kantong semar merupakan tumbuhan insektivor. Daun pada kantong semar termodifikasi membentuk kantong yang menghasilkan nektar dan enzim pencernaan. Serangga akan terjebak dalam kantong karena tertarik dengan nektar. Tubuh serangga kemudian tercerna oleh enzim pencernaan. Adaptasi ini dilakukan kantong semar karena hidup dilingkungan yang sedikit mengandung unsur nitrogen.

Venus Flytrap;

 Venus merupakan tumbuhan insektivor. Akan tetapi, tumbuhan ini berbeda dengan kantong semar. Daun tumbuhan venus berbentuk seperti dua tangkup dan memiliki rambut sensor. Daun tersebut akan menutup jika ada mangsa yang hinggap di daunnya.

Kaktus; merupakan tumbuhan yang hidup di daerah kering. Adaptasi kaktus meliputi daun, batang, dan akar. Daun kaktus termodifikasi menjadi seperti jarum atau duri. Bentuk tersebut berguna unutk mengurangi penguapan. Duri kaktus juga berfungsi melindungi diri dari hewan pemangsa.

Daun yag berbentuk duri, Batang kaktus membesar dan berdaging karena digunakan sebagai penyimpan air. Permukaannya dilapisi lilin untuk mencegah penguapan. Akar kaktus panjang dan banyak serabutnya hal tersebut bertujuan untuk memperluas daerah penyerapan air.

Bakau; merupakan tumbuhan yang hidup di tepi pantai. Habitat bakau berlupur dan didominasi oleh pasir. Oleh karena itu, tumbuhan bakau beradaptasi dengan memiliki akar tunjang yang membantu menyangga batang agar tidak roboh saat terhempas oleh ombak. Tanaman bakau jenis lain, yaitu api-api, juga memiliki akar napas yang membantu penyerapan oksigen dari udara.

Pohon Jati; pada musim kemarau selalu menggugurkan daunnya (meranggas). Daun-daun tersebut digugurkan sebagai upaya terhadap lingkungan yang kering dna panas. Jika daun digugurkan, penguapan air akan berkurang. Tumbuhan lain yang menggugurkan daunnya pada musim kemarau adalah pohon kapuk, mahoni, dan pohon kedondong.

Penyesuaian diri Tumbuhan untuk melindungi Diri

Tumbuhan tidak dapat bergerak aktif seperti halnya hewan sehingga tumbuhan tidak dapat melarikan diri jika ada hewan pemangsa. Namun, beberapa tumbuhan menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara tertentu untuk melindungi diri dengan cara berikut;

Duri; Beberapa tumbuhan melindungi diri dengan duri yang tumbuh dibagian batang, buah, atau daun. Tumbuhan yang melindungi diri dengan duri, antara lain pandan, kaktus, mawar, nanas, dan durian.

Duri yang tumbuh pada tanaman mawar berguna untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan. Biji jarak mengandung zat yang sangat beracaun bernama risin, beberapa butir kristal risin dapat mematikan manusia. Meski beracun, biji jarak bermanfaat sebagai sumber bahan bakar alternatif (biogas). Semua bagan tumbuhan kecubung mengandung racun, terutama bagian daun dan bijinya.

Racun; Ada jenis tumbuhan yang dihasilkan zat beracun, Zat beracun dapat terkandung pada bagian batang, daun, atau buahnya. Beberapa contoh tanaman yang beracun antara lain; kecubung hutan dan jarak.

Mengatupkan Daun; Salah satu tumbuhan yang dapat mengatupkan daun adalah putri malu. Putri malu merupakan tumbuhan polong-polongan. Hal ini dilakukan untuk melindungi diri dari herbivor yang akan memakannya. Setelah daun putri malu mengatup, akan terlihat warna daun bagian bawah yang berwarna pucat. Hal itu membuat hewan yang tadinya akan memakan tumbuhan tersebut mengira bahwa tumbuhan telah layu dan tidak enak dimakan.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*