Prediksi Soal PPPK Untuk Soal Pedagogik

Halo rekan-rekan semua, dalam rangka menghadapi seleksi PPPK, sebaiknya kita harus mempersiapkannya dengan baik, karena dalam seleksi ini tetap yang terbaik yang akan diangkat menjadi pegawai PPPK, untuk itu alangkah baiknya kita mempersiapkan diri dari awal agar nanti mendapatkan nilai yang maksimal, langsung saja mari kita simak bersama Soal pedagogik dan pembahasannya, semoga bermanfaat untuk rekan-rekan semua :

1. Pada rancangan pembelajaran terdapat contoh kompetensi dasar yaitu mengidentifikasi jenis, sifat, dan fungsi bahan alam dari tanaman untuk produk karya seni rupa dan kriya, maka rumusan indikator yang bisa dikembangkan guru pada tingkatan kognitif mencipta (C6) yang tepat, adalah….

A. Mengelompokan bahan alam dari tanaman pandan untuk produk karya seni rupa

B. Menyebutkan fungsi tanaman pandan untuk produk karya seni rupa

C. Menjelaskan sifat tanaman pandan untuk produk karya seni rupa

D. Membedakan sifat tanaman pandan dengan tanaman suji untuk produk karya seni rupa

E. Membuat produk karya sei rupa dari tanaman pandan

Jawaban : E

Untuk menjawab soal tersebut peserta harus memahami tingkatan kognitif dengan kata kerja operasionalnya contoh;

Tingkatan kognitif Contoh kata kerja operasional  
C1: Mengingat menyebutkan,     menghafalkan, menuliskan, memberi label mengetahui,
C2: memahami Membedakan,     menerangkan, merangkum, mengelompokan mengartikan,
C3: Menerapkan Melaksanakan, melakukan, melatih, membiasaan, membedakan, menyelesaikan, menggunakan
C4: Menganalisis Memilih, menata, menyeleksi, megdiagnosis, mengedit, menguraikan
C5: Mengevaluasi Membuktikan, memisahkan, menguji, mengukur, mengkritik, memvalidasi, memonitor
C6: Mencipta Membangun, membentuk, membuat, menamilkan, memperjelas, menemukan, menyususn

Kata kerja operasional “membuat” termasuk dalam tingkatan kognitif C6 (Mencipta).

Pada sebuah rancangan pembelajaran (RPP) tertulis contoh rumusan indikator kompetensi yaitu “menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras”, jika seorang pendidik akan menyusun menjadi tujuan pembelajaran maka rumusan yang tepat adalah….

A. Setelah melaksanakan proses pembelajaran melalui praktik, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa komponen input, proses dan output

B. Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras secara benar

C. Siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras berupa komponen input, proses dan output secara benar

D. Menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras komponen input, proses dan output tanpa melihat catatan

E. Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui diskusi, materi kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras secara benar tanpa melihat catatan.

Jawaban : 

Unsur-unsur dalam merumuskan tujuan pembelajaran hendaknya memenuhi kaidah

ABCD yaitu;

A : Audience adalah peserta didik yang akan belajar
B : Behavior adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai memperoleh pengalaman belajar dalam pelajaran tersebut
C : Condition adalah kondisi, yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau alat/peralatan yang digunakan peserta didik pada saat dilakukan penilaian
D : Degree adalah tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai perilaku

Setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menggali informasi melalui

C

diskusi, siswa dapat menjelaskan kondisi operasi sistem dan komponen perangkat keras

A                                                                        B

secara benar

 

Pada saat menyusun perencanaan pembelajaran pokok materi tentang Unggas, seorang guru merumuskan tujuan pembelajaran agar siswa dapat mendefinisikan hewan unggas, mengelompokan dan membedakan jenis-jenis unggas. Adapun pilihan strategi pembelajaran untuk menjelaskan materi kepada siswa tersebut yaitu strategi pembelajaran deduktif. Mendasarkan tujuan dan strategi pembelajaran tersebut mencerminkan ragam pengetahuan yang jenisnya….

A. Fakta

B. Prosedur

C. Keterampilan

D. Konsep

E. Prinsip

Jawaban : D

Berikut merupakan tabel untuk mempermudah dalam menentukan jenis materi

Jenis Materi Indikator hasil belajar yang harus dikuasai siswa
Fakta Apabila siswa diminta untuk menyebutkan nama, kapan, dimana suatu peristiwa terjadi
Konsep Apabila siswa diminta untuk mengemukakan definisi, membedakan dua hal, mengklasifikasikan
Prosedur Apabila siswa diminta untuk menjelaskan langkah-langkah pemecahan suatu persoalan menurut prosedur tertentu
Prinsip Apabila siswa diminta untuk menjelaskan hubungan antar berbagai konsep, sebab akibat
Keterampilan Apabila siswa diminta untuk membuat sesuatu
Aspek afektif Apabila siswa diminta memilih dan melakukan sikap tertentu terhadap suatu kejadian
Aspek motorik Apabila siswa diminta untuk melakukan kegiatan menggunakan anggota badan

Tujuan pembelajaran yang meminta siswa dapat mendefinisikan hewan unggas, mengelompokan dan membedakan jenis-jenis unggas termasuk jenis materi berupa konsep.

 

4. Perencanaan pembelajaran yang menenkankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan dihubungkan dengan situasi kehidupan sehari-hari sehingga mendorong peserta didik dapat menerapkan dalam kehidupan mereka, pilihan strategi pembelajaran yang tepat yaitu….

A. Kooperatif

B. Inkuiri

C. Problem solving

D. Discovery

E. Kontekstual

Jawaban : E

Untuk menjawab soal di atas peserta harus memahami model-model pembelajaran dan karateristiknya, seperti;

  • Kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis di mana siswa-siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan anggota antara empat sampai lima orang secara heterogen untuk mencapai tujuan- tujuan bersama
  • Problem solving merupakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran yang menggunakan masalah-masalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang siswa berpikir kritis untuk memecahkannya.
  • Inkuiri adalah proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis
  • Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan sehingga siswa dapat menyimpulkan konsep dari pembelajaran yang telah dipelajari

Kontektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

5. Saat merancang pembelajaran seorang guru ingin menyederhanakan konsep/prinsip /hukum yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan secara tertulis, media apa yang paling tepat dipilih oleh guru tersebut…. A. Bagan

A. APE (Alat Permaian Edukadif)

B. Flip Chart

C. Foto

D. Gambar

Jawaban : A

Untuk menjawab soal ini, peserta harus memahami pengertian, jenis, keunggulan dan kelemahan masing-masing media pembelajaran;

  1. Media foto Kelebihan
    • Sifatnya konkret, menunjukkan pokok masalah dibanding media verbal.
    • Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
    • Mengatasi keterbatasan pengamatan
    • Dapat memperjelas suatu masalah
    • Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan.

Kelemahan:

  • Hanya menekankan persepsi indera mata
  • Gambar /foto yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran  Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Syarat pembuatan media foto yang baik:

  • Autentik
  • Sederhana
  • Ukuran relatif (menyesuaikan ruang)
  • Mengandung gerak atau perbuatan
  • Gambar hendaklah bagus dari sudut seni
  1. Sketsa

Sketsa adalah gambar yang sederhana, draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Sketsa, selain dapat memeperjelas penyampaian pesan, menghindari verbalisme, menarik perhatian siswa, harganyapun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat langsung oleh guru. Sketsa, yang dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.

  1. Diagram

Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol, diagram, atau skema menggambarkan struktur dari obeyeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang terjadi.

Ciri-ciri diagram yang perlu diketahui:

  • bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang sulit dimengerti
  • untuk dapat membaca diagram seoarang harus punya latar belakang tentang apa yang didiagramkan
  • walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas

arti

Diagram yang baik sebagai media pendidikan:

  • Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu.
  • Cukup besar dan ditempatkan secara strategis
  • Penyusunanya disesuaikan dengan pola membaca yang umum, dari kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah.
  1. Bagan/chart

Seperti halnya media grafis yang lain, fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide- ide atau konsep yang sulit disampaikan secara tertulis atau secara. Syarat bagan yang baik, adalah:

  • Dapat dimengerti anak
  • Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit
  • Diganti pada waktu-waktu tertentu agar tetap termasa juga tidak kehilangan daya tarik.

Contoh: bagan organisasi, bagan alur siklus air

  1. Grafik

Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik- titik, garis atau gambar. Grafik disusun berdasarkan prinsip-prinsip matematik dan menggunakan data-data komparatif.

Kelebihan grafik sebagai media adalah:

  • Bermanfaat untuk mempelajari dan mengingat data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
  • Memungkinkan secara cepat kita mengadakan analisis, interpretasi, dan perbandingan anatara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, pertumbuhan dan arah.
  • Penyajian data grafik: jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis.

Media grafis dikatakan baik, jika memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Jelas untuk dilihat seluruh kelas
  • Hanya menyajikan satu ide setiap grafik
  • Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya
  • Warna yang digunakan kontras dan harmonis
  • Berjudul dan ringkas
  • Sederhana
  • Mudah dibaca
  • Praktis, mudah diatur
  • Menggambarkan kenyataan/realisme
  • Menarik
  • Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan  Teliti
  1. APE

Alat permainan edukatif (APE) adalah alat yang digunakan oleh anak untuk bermain sambil belajar artinya alat dan bermain itu sendiri merupakan sarana belajar yang menyenangkan. Anak tidak akan bosan-bosan bermain, di samping itu dengan bermain akan membawa anak kepada pengalaman yang positif dalam segala aspek, seperti aspek pengembangan keimanan dan ketakwaan, daya pikir, daya cipta, kemampuan olah tubuh (jasmani)”.

6. Seorang guru merancang evaluasi dengan mendasarkan pada indikator dan tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan di RPP. Evaluasi tersebut dimaksudkan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa, maka jenis evalausi yang tepat dipilih oleh guru adalah….

A. Evaluasi formatif

B. Evaluasi sumatif

C. Evaluasi selektif

D. Evaluasi diagnostik

E. Evaluasi penempatan

Jawaban : B

 

Jenis evaluasi berdasarkan tujuan

  1. Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan- kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
  2. Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
  3. Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
  4. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
  5. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.

Jenis evaluasi berdasarkan sasaran

  1. Evaluasi konteks adalah valuasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan- kebutuhan yang muncul dalam perencanaan.
  2. Evaluasi input adalah evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
  3. Evaluasi proses adalah evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
  4. Evaluasi hasil atau produk adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.
  5. Evaluasi outcome atau lulusan adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yaitu evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.

Jenis evaluasi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran

  1. Evaluasi program pembelajaran; evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain.
  2. Evaluasi proses pembelajaran; evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
  3. Evaluasi hasil pembelajaran; evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.

Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek:

  1. Evaluasi input adalah evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian, sikap, keyakinan.
  2. Evaluasi transformasi adalah evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-lain.
  3. Evaluasi output adalah evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.

Berdasarkan subjek:

  1. Evaluasi internal adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru.
  2. Evaluasi eksternal adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.

7. Seorang Guru mencari materi dan media dari internet saat menyusun rencana pembelajaran (RPP), materi dan media tersebut akan disampaikan pada proses pembelajaran dengan maksud agar siswa tidak mengalami kesulitan memahami pelajaran. Langkah apa yang harus dilakukan oleh seorang Guru saat memilih materi pelajaran….

A. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator

B. Menganalisis potensi peserta didik; relevansi dengan karakteristik daerah; dan struktur keilmuan

C. Menyesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik

D. Melihat kebermanfaatan bagi peserta didik; aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran

E. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber bahan, dan alokasi waktu

Jawaban : A

Langkah-langkah dalam memilih materi pelajaran

  • Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator
  • Mengidentifikasi jenis-jenis materi pelajaran
  • Memilih materi pembelajaran yang sesuai atau relevan dengan KD dan indicator pencapaian
  • Memilih sumber materi pelajaran

Sementara

  • Potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik daerah, dan struktur keilmuan
  • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
  • Kebermanfaatan bagi peserta didik, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
  • Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alat dan sumber bahan, dan alokasi waktu
  • Bukan termasuk langkah-langkah memilih materi tetapi prinsip dalam memilih materi

 

8. Dengan mencermati silabus, seorang guru akan merancang pelaksanaan pembelajaran (RPP). Sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud RI No 22 tahun 2016 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mencakup sekurang- kurangnya….

A. Kompetesi inti, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, dan penilaian hasil belajar

B. Identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi ajar, model pembelajaran, metode pengajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar, dan bobot penilaian hasil belajar

C. Standar kompetensi, kompetensi dasar, metode pengajaran, media pembelajaran, sumber belajar, langkah pembelajaran, tes hasil belajar, dan kunci jawaban tes

D. Identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, model pembelajaran, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar

E. Identitas sekolah, identitas mata pelajaran, tujuan pembelajaran, materi ajar, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, dan penilaian hasil belajar

Jawaban : E

Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan komponen minimal RPP terdiri atas:

  1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi pokok, dan 3) alokasi waktu ditentukan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  3. Kompetensi Dasar, adalah sejumlah kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator pencapaian kompetensi. Kompetensi dasar dalam RPP, merujuk kompetensi dasar yang tercantum dalam silabus;
  4. Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu.Indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi disusun guru dengan merujuk kompetensi dasar. Dengan pertimbangan tertentu, guru dapat menentukan tingkatan indikator lebih tinggi dari kompetensi dasar (kemampuan minimal) yang ditentukan silabus. Pertimbangan tertentu yang dimaksud, antara lain: agar lulusan memiliki nilai kompetitif, atau kelengkapan fasilitas laboratorium lebih baik dari satuan pendidikan sejenis. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan/atau diukur, yang mencakup kompetensi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor);
    1. Tujuan Pembelajaran dirumuskan lebih spesifik atau detail dengan merujuk indikator pencapaian kompetensi. Jika cakupan dan kedalaman materi pembelajaran sudah tidak dapat dijabarkan lebih detail dan spesifik lagi, maka tujuan pembelajaran disusun sama persis dengan indikator pencapaian kompetensi.
    2. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir pokok bahasan/sub pokok bahasan sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran secara lengkap dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik dapat dilampirkan.
    3. Model/Metode pembelajaran, model pembelajaran (lebih luas dari metode, dan mempunyai sintak jelas) digunakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar. Penggunaan model pembelajaran hendaknya mempertimbangkan karakteristik peserta didik, dan karakteristik materi pembelajaran. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (model pembelajaran

    discovery/inquiry). Untuk mendorong kemampuan berpikir peserta didik abad 21, baik secara individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Untuk menstimulan kemampuan ketrampilan dan berkarya peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, maka pemilihan model pembelajaran berbasis proyek sangat tepat. Tentunya para guru harus memahami berbagai model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan pengalaman belajar peserta didik.

    1. Media Pembelajaran, berupa alat bantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran, agar peserta didik termotivasi, menarik perhatian, dan berminat mengikuti pelajaran. Jenis-jenis media pembelajaran dan karakterisnya, perlu dipahami pada guru, sehingga pemilihan media pembelajaran dapat mengoptimalkan perhatian dan hasil belajar peserta didik.
    2. Sumber belajar, dapat berupa buku cetak, buku elektronik, media yang berfungsi sebagai sumber belajar, peralatan, lingkungan belajar yang relevan;

    3. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serangkaian aktivitas pengelolaan pengalaman belajar siswa,              melalui tahapan pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahapan pendahuluan, guru melakukan kegiatan:              1) memimpin doa dan mempresensi kehadiran peserta didik, 2) memberikan apersepsi, 3).

4. menyampaikan tujuan pembelajaran, dan 4) memotivasi peserta didik. Pada tahapan inti, guru mengelola pembelajaran merujuk pada sintak (prosedur) model pembelajaran yang dipilihnya. Tahapan penutup, guru melakukan kegiatan: 1) rangkuman materi pembelajaran, 2) penilaian, dan 3) tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

  1. Penilaian, penilaian proses belajar dan hasil belajar dikembangkan oleh guru, dilakukan dengan prosedur:
  2. menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
  3. menyusun kisi-kisi penilaian;
  4. membuat instrumen penilaian serta pedoman penilaian;
  5. melakukan analisis kualitas instrumen penilaian;
  6. melakukan penilaian;
  7. mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
  8. melaporkan hasil penilaian; dan
  9. memanfaatkan laporan hasil penilaian.

 

9. Seorang guru senior mengajar siswanya dengan metode diskusi dan menggunakan media gambar yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Pada awal semester baru 2019 siswa dikelas tersebut diketahui 70% memiliki preferensi belajar kinestetik sehingga mereka tidak fokus saat pembelajaran dan diskusi berlangsung, siswa lebih senang jika mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut strategi pembelajaran yang paling tepat dipilih guru….

A. Kooperatif

B. Project based learning

C. Kontekstual

D. Inqury

E. Discovery

Jawaban : B

Untuk menjawab pertanyaan, anda harus memahami macam-macam strategi pembelajaran;

  • Kooperatif pada intinya adalah suatu strategi pembelajaran yang terstruktur secara sistematis di mana siswa-siswa bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil dengan anggota antara empat sampai lima orang secara heterogen untuk mencapai tujuan-tujuan bersama
    • Project based learning atau PjBL merupakan strategi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan penerapan proyek dengan melibatkan siswa menyelidiki masalah dunia nyata
    • Inkuiri adalah proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan berpikir kritis dan logis
    • Discovery learning adalah model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk mencari dan menyelidiki suatu permasalahan sehingga siswa dapat menyimpulkan konsep dari pembelajaran yang telah dipelajariProblem solving merupakan kerangka konseptual tentang proses pembelajaran yang menggunakan masalah-masalah riil dalam kehidupan nyata (otentik), bersifat tidak tentu, terbuka dan mendua untuk merangsang dan menantang siswa berpikir kritis untuk memecahkannya.
    • Kontektual kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan-nya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidu-pan mereka sehari-hari.

 

10. Di sekolah seorang guru menuliskan beberapa aturan seperti dilarang menginjak rumput dan mencoret-coret meja hal ini merupakan pembiasaan kepada peserta didik agar berkembang kecerdasan….

A. Naturalis

B. Kinestetis

C. Visual spasial

D. Verbal linguistic

E. Logis matematis

Jawaban : A

Pembelajaran logis matematis di sekolah dapat dikembangkan melalui beberapa strategi seperti berikut ini:

  1. Menceritakan masalah yang dihadapi sehari-hari, kemudian dipecahkan dengan bantuan pemikiran matematis dengan mengatur waktu penyelesaian dengan tepat dan efektif.
  2. Merencanakan suatu eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah yang diawali dengan mengungkapkan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan.
  3. Membuat diagram venn untuk mempolakan masalah agar mudah membangun pengertian sehingga mudah dipecahkan.
  4. Membuat analogi untuk menjelaskan sesuatu sehingga mudah dipahami, misalnya menjelaskan tentang peristiwa erosi diwujudkan dengan analogi menumpahkan air pada kepala yang tidak berambut, air akan cepat mengalir ke badan.
  5. Menggunakan ketrampilan berpikir dari tingkat rendah hingga berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah.
  6. Mengkategorikan fakta–fakta yang dipelajari sesuai sifat dan jenisnya untuk memudahkan mengingat.
  7. Merancang suatu pola atau kode, atau simbol untuk mengetahui obyek yang ingin dipelajari.
  8. Pembelajaran yang dirancang untuk mengaktifkan kecerdasan visual spasial adalah
    1. Visualisasi

    Penerapan metode ini dengan menciptakan “layar lebar” di benak siswa, guru dapat membimbing dengan memejamkan mata dan membayangkan apa yang baru saja mereka pelajari dan diminta untuk menceritakan kembali.

    1. Penggunaan warna

    Penggunaan warna untuk memberi penekanan pada pola peraturan atau klasifikasi selama proses pembelajaran, misal warna merah pada semua kata–kata penting yang harus dipahami peserta didik. Warna juga sebagai penghilang stress peserta didik ketika menghadapi hal sulit menemukan makna.

    1. Metafora gambar

    Metafora gambar adalah pengekspresian gagasan melalui pencitraan visual. Nilai pendidikan metafora ada pembentukan hubungan hal yang sudah diketahui siswa dan yang diajarkan.

    1. Sketsa gagasan

    Strategi sketsa gagasan ini meminta peserta didik menggambarkan poin kunci, gagasan utama, tema sentral, atau konsep yang diajarkan, agar cepat dan mudah sketsa tidak harus rapi menyerupai kenyataan.

    1. Simbol grafis

    Pembelajaran yang dapat membangkitkan kecerdasan linguistik dalam diri peserta didik dengan strategi berikut;

    1. Bercerita

    Peserta didik akan senang menceritakan kisah yang dimiliki kepada temannya sebayanya, sebagian yang lain merasa malu. Mendengarkan cerita melibatkan keterampilan mendengar dan linguistik. Metode bercerita bisa diajarkan kepada peserta didik dengan pendahuluan yang menarik, pemilihan karakter, cerita yang dipilih mengandung imajinasi yang bias dibayangkan oleh pendengar, memakai efek suara, tangan dan gerakan tubuh, suara jelas serta ekspresif, dan kontak mata dengan pendengar.

    1. Diskusi

    Diskusi kelas digunakan hampir disetiap mata pelajaran dan semua tingkat. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar hasilnya positif dan memuaskan.

    1. Merekam dengan tape recorder

    Tape recorder digunakan untuk sebagai pengumpul informasi, wawancara, dan dapat digunakan untuk menyediakan informasi. Peserta didik dapat menggunakan untuk mempersiapkan tulisan, mengolah gagasan, sekaligus membicarakan topic mereka. Peserta didik yang kurang cakap menulis mungkin bisa merekam pemikiran mereka sebagai mode ekspresi alternative. Manfaat lain bias digunakan mengirim surat lisan kepada peserta didik lain untuk menceritakan pengalaman pribadi mereka, dan memperoleh umpan balik tentang sosialisasi di lingkungan kelas.

    1. Menulis jurnal

    Jurnal ini dapat dibuat sangat pribadi dan hanya diceritakan pada guru atau dibacakan secara teratur di depan kelas. Jurnal ini dapat merangkum kecerdasan majemuk dengan menggunakan gambar, sketsa foto, dialog, dan data non verbal. Topic yang ditulis bias bidang umum, spesifik, catatan matematika, gagasan baru, dan mata pelajaran lain

    1. Publikasi

    Publikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tulisan peserta didik dapat difotocopi dan disebarkan. Tulisan–tulisan dapat dijilid dalam bentuk buku dan ditempatkan khusus dikelas atau perpustakaan, dan dipublikasikan di web site sekolah. Jika memungkinkan membentuk kelompok khusus kepenulisan utuk diskusi buku dan tulisan peserta didik. Apabila peserta didik tahu bahwa orang lain menggandakan, mendiskusikan, bahkan memperdebatkan tulisan mereka, hal itu memotivasi untuk terus mengembangkan keahliannya.

    Pembelajaran dikelas yang dapat mengaktifkan kecerdasan kinestetik adalah;

    1. Respon tubuh

    Mintalah peserta didik menanggapi pelajaran menggunakan tubuh sebagai media respon misalnya mengangkat tangan, mengangguk, atau tersenyum jika memahami penjelasan guru.

    1. Teater kelas

    Meminta peserta didik memerankan teks, soal, atau materi lain yang harus dipelajari dengan mendramakan isinya.

    1. Konsep kinestetis

    Permainan tebak–tebakan yang dilakukan dengan gerakan yang menantang kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan pengetahuan dengan cara tidak konvensional.

    1. Hands on thinking

    Memberi kesempatan peserta didik untuk memanipulasi obyek atau menciptakan sesuatu dari tangan mereka dengan membuat patung, kolase, atau bentuk kerajinan lain.

    1. Peta tubuh

    Tubuh manusia dapat digunakan sebagai alat pedagogis yang berguna, missal jari untuk menghitung, dengan menggunakan gerakan fisik akan menginternalisasikan gagasan.

    Pembelajaran di kelas yang mengembangkan kecerdasan naturalis adalah;

    1. Jalan–jalan di alam terbuka

    Cara ini untuk menguatkan materi yang akan dipelajari untuk semua mata pelajaran, misalnya untuk melukiskan perjuangan pahlawan, mempelajari pertumbuhan dan cuaca.

    1. Melihat keluar jendela

    Untuk mengurangi kebosanan peserta didik di kelas, metode ini dapat dilakukan oleh guru dengan observasi diluar kelas, melakukan pengamatan, dan mencatatat hasilnya.

    1. Ekostudi

    Strategi ini mengintegrasikan kepedulian peserta didik pada kelangsungan bumi untuk semua mata pelajaran, misal; tidak menginjak rumput, tidak membuang sampah sembarangan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*