Hak untuk Berbahagia

No comment 83 views

Sahabat Indonesia yang super, yang kebahagiaannya penting bagi Tuhan.

Mudah-mudahan Anda sedang terlibat dalam pekerjaan dan pergaulan baik untuk menyiapkan diri bagi upaya super Anda minggu depan, yang akan Anda mulai hari ini.

Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik, ” kebahagiaan adalah hak. Dan seperti semua hak, kitalah yang diharapakan datang menjemputnya”

Didalam maklumat mengenai hak kita bagi kehidupan yang baik – ada perintah untuk memantaskan diri bagi tingkat-tingkat kebahagiaan yang naik.

Kita juga diminta untuk menerima tugas yang harus diemban oleh semua jiwa yang telah diberkati dengan kebahagiaan.

karena, Bersama semua hak, ada tanggung jawab.

Dan tanggung jawab bagi mereka yang dibahagiakan, adalah membahagiakan saudaanya.

Maka orang yang tidak ingin tertunda kebahagiaannya, harus mendahulukan tercapainya kebahagiaan orang lain.

Marilah kita terima dengan ikhlas, bahwa Kebahagiaan adalah masalah keputusan. 

Hidup yang berbahagia adalah untaian dari keputusan -keputusan untuk berbahagia, dari satu waktu ke waktu berikutnya.

Segeralah setelah anda putuskan untuk berbahagia, semua pikiran, perasaan, dan tindakan anda akan berfokus pada yang membahagiakan.

Tetapi, seperti semua keputusan kebahagiaan sering dikerdilkan oleh tidak cukupnya ketegasan.

Keputusan yang berdampak baik adalah keputusan yang tegas.

Perhatikanlah, bahwa pemikiran sebaik apapun, tidak akan menjadi keputusan yang baik, jika hampa dari ketegasan.

Dan Anda tidak mungkin bisa berlaku tegas, jika anda tidak ikhlas berpihak kepada yang mambaikkan kehidupan.

maka tegaslah untuk memutuskan bahwa :

Waktu terbaik untuk bahagia adalah sekarang

Tempat terbaik untuk bahagia adalah disini

dan cara terbaik untuk bahagia adalah mambahagiakan orang lain.

Dan yang berikut adalah undangan bagi dia yang hampir menerima kekalahan dalam upayanya untuk menjadi pribadi yang berbahagia;

Jika kita belum mampu bahagia, marilah kita hidup dengan cara yang menjadikan kita pantas untuk berbahagia.

Orang yang bekerja keras untuk mencari kebahagiaan, sering lupa menjadikan dirinya pantas untuk menjadi pribadi berbahagia.

Dalam kesibukan dan kegentingan pencariannya, dia menelantarkan hubungan baik dengan keluarga dan orang lain, dia meletakkan kepentingannya diatas kepentingan banyak orang,

dia meninggikan dirinya dengan cara merendahkan ornag lain, dan dia menggunakan kemarahan dan kekasaran untuk menuntut orang berlaku hormat padanya.

Dalam upayannya mencari kebahagiaan, dia menjadi sebab bagi ketidak bahagiaannya sendiri.

maka anjurannya bagi  kita semua, Jadilah sebab bagi kebahagiaan.

Karena, tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi berbahagia.

Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan, bagi diri sendiri dan bagi sebanyak mungkin orang lain.

Dan yang ini sangat penting,

Sahabat-sahabat yang hatinya ranum bagi kemuliaan,

perhatikanlah,

Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, lebih mudah merasa sedih dan tidak berguna.

Maka, marilah kita melibatkan diri dalam kesibukan kemanusiaan untuk mengeluarkan saudara kita yang terkungkung dalam kelemahan,

membebaskan mereka yang terjepit dalam penderitaan, dan untuk menutup pembicaraan yang sebetulnya tidak akan bisa ditutup ini,

Karena keharusan untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan saudara-saudara kita berlaku sepanjang hayat kita,

ini adalah yang dipesankan bagi kita:

Perasaan kita ditentukan oleh apa yang kita kerjakan dan yang kita hindari. karena, tidak mungkin bagi kita untuk berbahagia dalam menghindari melakukan yang baik.

Maka jangalah hindari pikiran yang baik, jangan hindari perasaan yang baik, dan terutama jangan hindari tindakan yang baik.

Jika kebahagiaan hidup ini penting bagi anda dan mereka yang anda cintai;

mulialah kehidupan, mulialah setiap jiwa yang anda sentuh, lalu perhatikan apa yang terjadi.

 

Sahabat yang hatinya mulia,

Mudah-mudahan Tuhan yang Maha pengasih merahmatkan pengertian-pengertian baik bagi kita, untuk mendampingi kesadaran kita dalam membangun hasil-hasil yang lebih membahagiakan di hari-hari mendatang.

jangan pernah lupakan, bahwa Anda adalah jiwa yang dikasihi Tuhan.

 

 

Sumber : Mario teguh – Life Changer

 

author
No Response

Leave a reply "Hak untuk Berbahagia"