Keluhan seorang guru peserta PLPG 2017

No comment 1318 views

Tahun 2017 adalah tahun istimewa bagi para peserta PLPG 2017, bahwasanya ditahun ini pemerintah mengeluarkan aturan baru dan menurut para guru sangatlah memberatkan karena untuk mendapatkan tunjangan prefesi guru, peserta sertifikasi 2017 harus melalui beberapa tahapan yang sangat berat, dari mengikuti Konsorsium Sertifikasi guru (KSG) dimana peserta harus dibimbing oleh mentor untuk membahas modul belajar dan kemudian meringkas dan juga menjawab pertanyaan yang terdiri dari 4 buah laporan yang harus dikirim secara online ditambah tugas akhir untuk membuat laporan. ditambah lagi peserta harus mengikuti pelatihan PLPG selama 11 hari dan juga mengerjakan soal UTN yang mana hasil dari ujian tersebut harus diatas 80 nilainya, wawmerupakan tantangan yang begitu berat sekali, jikalau tidak lulus atau nilai kurang dari 80 tahun berikutnya harus mengulang ujian kembali.

belum lagi banyak kendala yang harus dihadapi selama proses tersebut, banyak peserta yang berharap pemerintah mempertimbangkan kembali aturan baru tersebut. nah barikut ini salah satu curhatan salah satu guru yang menjadi peserta PLPG tahun 2017 ini di salah satu sosial media, berikut kutipannya :

“Begitu sedih,miris,dan entah perasaan bagaimana lagi yang ada dihatiku, ketika mendengar kabar dari Grup WA yang mengisahkan salah seorang peserta PLPG 2017 gelombang I Sub Rayon 117 ULM, yang berasal dari Kab.Banjar meninggal dunia yang diduga karena kelelahan.
Mulai tahun 2016, perserta PLPG merasa dipersulit untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, dibanding dengan PLPG 2015 yang hanya mematok nilai standar 43.Namun di 2016 standar nilai UTN naik menjadi 80, tuntutan nilai yang sangat tinggi tentunya, dimana dalam perjalannya banyak guru-guru yang tumbang akibat nilai UTN yang tidak mencapai angka tersebut. Walau dengan mempunyai 3 kali kesempatan mengikuti UTN ulang, hingga saat ini setelah 2 kali UTN masih banyak guru-guru yang gagal mencapai angka 80. Dengan kesimpulan UTN dianggap momok yang menakutkan.


Bukannya lebih mudah…malah PLPG 2017 peserta PLPG diharuskan mengikuti PRA PLPG selama 2 bulan disertai berbagai tugas dengan laporan yang harus diselesaikan, dilanjutkan dengan ikut pelatihan PLPG selama 11 hari dengan penentuan nasib mereka tetap pada hasil UTN dengan standar nilai 80.
Tidak adakah pertimbangan kebijakan bagi pemerintah,seandainya nilai Pra PLPG dan nilai saat pelaksanaan PLPG menjadi pertimbangan kelulusan selain nilai UTN.
Entah lah…???
Teruntuk teman-temanku yang sedang dan akan mengikuti pelatihan PLPG 2017 ini….Terus semangat,jangan putus asa dan teruslah berpikir positif, tentunya disertai dengan usaha maksimal dan pasti nya jangan lupa meminta kepada “SANG MAHA” .
Inshaallah akan dimudahkan….Aamiin”

semoga aspirasi rekan guru peserta PLPG 2017 ini dapat tersampaikan kepada pemangku kebijakan yang mungkin bisa mempertimbangkan aturan tersebut.

author
No Response

Leave a reply "Keluhan seorang guru peserta PLPG 2017"