Mengenal Kata baku,Imbuhan dan Kalimat Efektif

Apa yang dimaksud kata baku dan kemudian bagaimana ciri kata baku?

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI atau kata-kata yang lazim digunakan dalam situasi formal atau resmi yang penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan.

Ciri-ciri kata baku:

  1. Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah
  2. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing
  3. Digunakan sesuai dengan konteks kalimat
  4. Tidak mengandung arti pleonasme; kata-kata yang berlebihan, misalnya agar supaya bagus hasilnya

Ciri-ciri kata tidak baku:

  1. Dipengaruhi oleh bahasa daerah
  2. Dipengaruhi oleh bahasa asing
  3. Banyak digunakan dalam bahasa gaul (percakapan sehari-hari)

Mengapa memengaruhi dan bukan mempengaruhi?

Kata berimbuhan : (me- dan pe-)

Melebur

K-T-S-P

Kata dasar, huruf ke-2 vokal,

Kata dasar, huruf ke-2 konsonan

Me + sontek  maka menjadi menyontek

Me + pukul maka menjadi memukul

Me + tinju maka menjadi meninju

Me + simpan maka menjadi menyimpan

Mendapat awalan pe-, contoh:

pe + proses maka menjadi pemrosesan

pe + prakarsa maka menjadi pemrakarsa

 

Kata berimbuhan : (me- dan pe-)

Tidak melebur – K-T-S-P

Kata dasar, huruf ke-2 konsonan

Kata dasar –  imbuhan bertingkat (me- dan pe-)

Contoh:

Mengkritik akan menjadi me + kritik

Mentraktir akan menjadi me + traktir

Contoh:

Memperhatikan akan menjadi me + pe + hati

Kalimat Efektif

Menurut Tutik Wahyuni dalam buku Sintaksis Bahasa Indonesia Pendekatan Kontekstual (2020), kalimat efektif merupakan susunan kalimat yang bisa mengungkapkan gagasan, pikiran serta perasaan yang tepat, ditinjau dari struktur, diksi dan logikanya.

Syarat Kalimat Efektif

  1. Sesuai PUEBI
  2. Sistematis
  3. Tidak Boros dan Bertele-tele
  4. Tidak Ambigu

Ciri-ciri Kalimat Efektif

1.Kesepadanan Struktur

  • Kalimat yang dibuat mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat.
  • kata depan (preposisi) tidak diletakkan di depan subjek karena akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat
  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata ‘yang’
  • Tidak terdapat subjek ganda

2.Kehematan Kata:

  • Hilangkan pengulangan subjek
  • Hindari kesinoniman dalam satu kalimat
  • Perhatikan kata jamak

3.Kecermatan Penalaran

artinya harus memperhatikan pemilihan kata-kata supaya tidak menimbulkan makna ganda.

Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.

4.Kelogisan Bahasa

Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

  • Waktu dan tempat kami persilakan.
  • Jenazah wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di sekitar pasar.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*