Mencermati Gagasan Teks Tulis dan Lisan serta Keterhubungan Antargagasan

Sebuah teks tersusun atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki satu gagasan pokok,
sementara kalimat lainnya merupakan gagasan pendukung. Gagasan pokok dan gagasan pendukung saling berkaitan. Beberapa gagasan pokok paragraf dapat dijadikan dasar untuk menemukan gagasan pokok dari suatu teks. Kali ini, kamu akan belajar cara menemukan gagasan pokok dari teks tulis dan lisan.

Langkah-langkah menemukan gagasan pokok teks tulis dan teks lisan di antaranya sebagai berikut:
1. Bacalah atau dengarkan teks dengan saksama!
2. Temukan topik dalam teks tersebut! Topik adalah hal atau masalah yang dibicarakan.
3. Catatlah pokok-pokok penting dalam teks tersebut!

Contoh teks tulis adalah cerita petualangan. Kamu dapat menemukan gagasan pokok dalam cerita petualangan. Cerita petualangan merupakan pengalaman, kejadian, atau peristiwa yang pernah dialami. Sementara itu, teks lisan dapat ditemukan dalam teks percakapan.

Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, yang dapat berupa kalimat inti atau pokok paragraf.

Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok. Gagasan pokok terdapat pada kalimat utama dalam setiap paragraf. Letaknya biasanya terdapat pada awal atau akhir paragraf. Ada juga gagasan utama yang terletak di tengah paragraf.

Contoh teks tulis

Liburan tahun ini menjadi liburan yang paling menyenangkan bagi Tasya.  Saat liburan sekolah, ayah dan ibu mengajak Tasya berlibur ke Pulau Bali Tasya belum pernah ke Bali sebelumnya. Liburan ini merupakan pengalaman pertama Tasya berkunjung ke Bali.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah “Liburan tahun ini menjadi liburan yang paling menyenangkan bagi Tasya.” Hal ini diperkuat dengan adanya kalimat penjelas atau gagasan pendukung di kalimat selanjutnya, yaitu “Saat liburan sekolah, ayah dan ibu mengajak Tasya berlibur ke Pulau Bali Tasya belum pernah ke Bali sebelumnya. Liburan ini merupakan pengalaman pertama Tasya berkunjung ke Bali.”

Contoh teks lisan
Ajeng : Bayu, kamu baru kembali dari Yogyakarta, ya?
Bayu :  lya, aku tiba di Jakarta tadi pagi Kenapa Ajeng?
Ajeng :  Aku sangat suka pergi ke daerah untuk wisata kuliner. Aku ingin tahu, apa saja makanan khas yang ada di sana?
Bayu :  Di Yogyakarta ada banyak makanan khas. Akan tetapi, gudeg adalah makanan yang paling terkenal. Kota Yogyakarta juga sering disebut Kota Gudeg. Kamu sudah pernah mencobanya?
Ajeng :  Sudah. Apa lagi ya makanan khas di sana Bayu? Aku ingin tahu.
Bayu :  Ada lagi kue khas dari Yogyakarta. Namanya bakpia pathok.
Ajeng :  Bakpia pathok? Aku belum pernah dengar
Bayu :  Wah, itu sudah sangat terkenal Iho! Rasanya sangat enak

Ajeng : Aduh, aku jadi penasaran. Aku ingin sekali mencobanya.

Bayu :  Di rumahku masih ada kue itu. Ayo, sekarang kita ke rumahku agar kamu bisa mencobanya. Ajak teman-teman yang lain, ya!

Ajeng : Iya, Bayu. Nanti aku akan ajak teman-teman. Terima kasih, ya.

Bayu : Sama-sama Ajeng.

Topik dalam teks di atas ialah makanan khas daerah. Gagasan pokok dalam teks tersebut ialah penjelasan Bayu kepada Ajeng tentang makanan khas Yogyakarta. Sementara kalimat-kalimat lainnya dalam percakapan tersebut merupakan gagasan pendukung. Dalam kedua teks tersebut, telah dibuktikan bahwa antara gagasan pokok dan gagasan pendukung memiliki keterhubungan satu sama lain. Keterhubungan antargagasan akan membuat teks menjadi padu.

Bacalah teks berikut dengan cermat! Kemudian, temukan gagasan pokok dan gagasan pendukung pada setiap paragrafnya!

Suku Palembang 

Tahukah kamu di mana letak suku Palembang? Suku Palembang merupakan suku yang berada di Sumatera Selatan. Sementara wong kito adalah sebutan terkenal warga asli Palembang.

Suku Palembang menggunakan bahasa asli Palembang. Bahasa Palembang mempunyai dua tingkatan, yaitu Baso Pelembang Alus dan Baso Pelembang Sari-Sari. Baso Pelembang Alus digunakan saat melakukan percakapan dengan pemuka masyarakat atau orang yang dihormati. Sementara itu, Baso Pelembang Sari-Sari digunakan saat melakukan percakapan sehari-hari.

Suku Palembang juga memiliki tarian tradisional, makanan tradisional, rumah adat, pakaian adat, dan senjata tradisional. Tari Tanggai merupakan tarian tradisional yang biasa ditampilkan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu dalam resepsi pernikahan. Makanan tradisional Palembang yang terkenal yaitu pempek. Rumah adat suku Palembang disebut rumah limas karena bentuk atapnya berbentuk menyerupai piramida dan memiliki tiang atau rumah panggung. Adapun pakaian adat Sumatera Selatan disebut Aesan Gede. Songket merupakan salah satu kain khas Palembang. Kain tersebut dibuat dengan menggunakan alat tenun tradisional. Sementara itu, tongkat trisula merupakan senjata tradisional suku ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*