Pasang Surut Air Laut dan Sistem Penanggalan

Salahs satu kenampakan Bumi yang dipengaruhi oleh Matahari dan Bulan adalah peristiwa pasang surut air laut. Pasang surut merupakan pergerakan air laut yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi Matahari dan Bulan. Pasang naik adalah kondisi permukaan air laut yang naik, sedangkan pasang surut adalah kondisi permukaan air laut yang turun. Dalam satu hari, suatuĀ  tempat di pesisir pantai mengalami dua kali pasang naik dan dua kali pasang surut. Pemanfaatan pasang naik dan surut air laut :

  • Petani garam memanfaatkannya untuk membuat garam. saat pasang, air laut mengisi petak-petak tempat pembuatan garam. Ketika surut, air laut yang mengandung garam tertinggal di petak-petak.
  • Pada saat pasang naik para nelayan mencari ikan
  • Kapal-kapal besar dapat berlabuh di dermaga pada saat pasang naik

Keterangan :

PN : Pasang Naik

PS : Pasang Surut

Pasang naik dan pasang air laut dibedakan menjadi dua berdasarkan letak posisi Matahari , Bumi, dan Bulan, yaitu pasang perbani dan pasang purnama. Pasang perbani adalah pasang air laut pada kondisi pasang naik tertinggi atau pasang surut terendah. Hal tersebut terjadi apabila posisi Matahari, Bumi, dan Bulan pada satu garis lurus.

Pasang Purnama terjadi apabila posisi Matahari dan Bulan berada pada posisi tegak lurus. Hal tersebut mengakibatkan pasang naik dan pasang surut dengan perubahan volume air laut tidak seperti yang terjadi pada pasang perbani.

Sistem Penanggalan

Anda mungkin pernah melihat kalender sobek seprti contoh, Pada hari yang sama terdapat beberapa tanggal dan bulan yang berbeda. Misalnya Pada tanggal 1 Januari 2016 (masehi) menunjukkan juga tanggal 20 Bulan Mulud (jawa) dan 20 bulan Rabiul Awal (Hijrah).

Penanggalan tersebut menggunakan dasar yang berbeda. Tahun masehi menggunakan dasar revolusi Bumi sedangkan tahun Jawa dan Hijrah menggunakan dasar peredaran Bulan.

Tahun Masehi (Syamsiah)

Tahun masehi atau tahun Syamsiah sering disebut tahun Matahari (surya). Lama Bumi mengelilingi Matahari (revolusi Bumi) adalah 3651/4 hari. Penetapan tahun Masehi mula-mula dilakukan oleh Julius Caesar dari kerajaan ROmawi. Dalam Kalender Masehi, satu tahun dibagi menjadi dua belas bulan yang terdiri dari 30 dan 31 hari, kecuali bulan februari yang hanya 28 hari. Berarti setiap tahun ada tersisa 1/4 hari. Sisa 1/4 hari dari setiap tahun dikumpulkan selama 4 tahun menjadi 1 hari. Tambahan 1 hari tersebut dimasukkan ke dalam bulan februari yang biasanya 28 hari menjadi 29 hari. Satu tahun yang terdiri atas 366 hari disebut dengan tahun kabisat.

Tahun Hijrah (Kamariah)

Waktu yang diperlukan Bumi untuk mengelilingi Matahari adalah dua belas kali waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi Bumi. Dengan demikian, satu kali Bulan berevolusi lamanya sama dengan 12 x 291/2 hari = 354 hari. Tahun yang didasarkan pada perputaran Bulan disebut tahun hijrah atau tahun kamariah. Satu tahun Kamariah sama dengan 354 hari.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*