Pengunaan dan Penghematan Listrik

Saat ini dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat terlepas dari peralatan elektronik. Listrik sangat penting untuk memudahkan manusia melakukan aktivitas. Penggunaan listrik harus dilakukan dengan hati-hati, karena jika tidak dilakukan dengan hati-hati dapat menyebabkan hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Berikut beberapa cara penggunaan listrik dengan aman.

  • Sebelum mencolok kabel ke stop kontak, periksalah bahwa tidak ada kabel yang terputus atau terbuka pada bagian karet pelindungnya. Kabel yang terkelupas bisa sangat berbahaya ketika terdapat aliran arus listrik.
  • Jangan menyentuh sakelar dengan tangan yang masih basah. Ingatlah bahwa air dapat menghantarkan arus listrik!
  • Jangan terlalu banyak menggunakan soket (cabang listrik) karena dapat menyebabkan hubungan arus pendek (korsleting) yang mengakibatkan kebakaran.
  • Jangan memperbaiki peralatan listrik sendiri. Segera perbaiki peralatan listrik yang rusak ke jasa servis elektronik.

Penggunaan listrik harus digunakan dengan bijak. Energi listrik harus dihemat agar dapat digunakan secara terus-menerus.

Berikut beberapa cara untuk menghemat listrik.

  • Matikan lampu dan peralatan elektronik jika tidak diperlukan.
  • Jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan stand-by karena masih mengonsumsi listrik.
  • Gunakan peralatan elektronik yang hemat energi.
  • Pilih lampu yang tepat daya dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Manfaatkan cahaya matahari untuk menerangi rumah pada siang hari.
  • Ganti lampu dengan lampu hemat energi karena lampu hemat energi menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali liciat lebih panjang dibandingkan lampu biasa.

Korsleting mi hubungan peg dua kabel yar menimbulkan Jika percikan benda yang rri dapat mengak kebakaran.

Membuat Poster Hemat Energi Listrik
Siapkan:

Kertas karton berukuran 42 cm x 60 cm, pensil warna, spidol warna-warni, pensil, penghapus, kertas berwarna, atau berbagai bahan alam untuk menghias poster.

Langkah Kegiatan:

  • Bentuklah kelompok yang terdiri atas empat siswa.
  • Tentukan slogan dan kalimat poster yang akan dibuat. Tuliskan ajakan untuk melakukan sikap hidup hemat listrik. Tuliskan dengan singkat tentang pentingnya hemat listrik.
  • Perhatikan contoh poster pada gambar di atas!
  • Setelah selesai, presentasikan postermu di depan kelas dengan percaya diri!

 

Menghitung Biaya Penggunaan Listrik

  • Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan).
  • Tarif Dasar Listrik (TOL) menurut www.pin.co.id pada Juni 2015, yaitu:

– Golongan R1 (1.300 VA), 1 kWh = Rpi 352,00

– Golongan R2 (3.500 VA — 5.500 VA), 1 kWh = Rp1.524,00

– Golongan R3 (>6.600 VA), 1 kWh = Rp1.524,00

Misalnya, untuk sebuah alat elektronik berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar = 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp1.352,00 = Rp40 560,00 pada buts] tersebut Perhitungan di atas hanya untuk satu alat listrik. Bagaimana jika di rumah tersebut terdapat dua puluh afar elektronik? Biaya penggunaan listrik yang dikeluarkan past) tidak sedikit. Untuk itu, lakukanlah penghematan listrik untuk menghemat pemakaian energi dan pengeluaran biaya listrik.

Membuat Bel Listrik

Siapkan: dua buah baterai 1,5 volt, buzzer (bel), kardus sabun batang/tempat sabun batang yang terbuat dari plastik, rumah baterai, kabel penghubung merah dan biru/hitam.

Langkah kegiatan:

  • Persiapkan rumah baterai dan buzzer
  • Masukan baterai ke dalam rumah baterai.
  • Hubungkan buzzer dengan rumah baterai menggunakan kabel sesuai dengan warnanya.
  • Amatilah suara yang terdengar pada buzzer.
  • Lepaskanlah kabel hitam.
  • Amatilah suara yang terdengar pada buzzer.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*