Energi Panas (Kalor)

Pernahkah kamu merebus air? Air yang dipanaskan suhunya akan naik. Semakin banyak air yang dipanaskan, dibutuhkan energi yang lebih besar untuk merebusnya. Demikianlah semakin besar benda yang dipanaskan, semakin besar energi yang dibutuhkan.

Dari manakah panas berasal? Cobalah menggosok kedua telapak tanganmu! Apa yang kamu rasakan? Tentunya kamu dapat merasakan tanganmu menjadi hangat. Panas bisa dihasilkan dari gesekan benda-benda. Panas juga dihasilkan dari pembakaran atau pemanasan, misalnya berjemur dibawah sinar matahari.

panas dapat berpindah, melalui cara berikut:

Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas tanpa disertai dengan perpindahan partikel yang dilalui. Perpindahan panas secara konduksi terjadi pada benda padat.

Salah satu contoh peristiwa konduksi panas : Memanaskan salah satu ujung besi (logam), maka bagian ujung lainnya akan menjadi panas.

Benda atau bahan yang mudah menghantarkan panas disebut konduktor. Contohnya semua jenis logam ( besi. alumunium, tembaga, seng, merkuri dll).

Benda atau bahan yang sulit dalam menghantarkan panas disebut isolator. Contohnya : kayu, karet, Plastik, kain, dan kaca.

Konveksi

Konveksi adalah perpindahan panas disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya. Perpindahan panas secara konveksi terjadi pada benda cair dan gas.

Radiasi

Radiasi adalah perpindahan panas yang bisa terjadi melalui zat perantara maupun tanpa zat perantara. Contohnya : Panas matahari sampai ke bumi, tangan akan terasa hangat ketika dekat dengan api.

 

Baca Juga :

  1. Energi Panas
  2. Energi Cahaya, Energi Kimia, Energi Listrik, dan Energi Magnet
  3. Energi Mekanik dan Energi Bunyi
  4. Bentuk-Bentuk Energi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*