Kegunaan Senyawa Turunan Alkana

No comment 3188 views

Senyawa karbon atau yang dahulunya disebut senyawa organik adalah kumpulan senyawa yang memiliki rantai karbon didalamnya. Senyawa karbon jumlahnya melimpah di bumi dikarenakan ukuran atom karbon yang kecil dan 4 elektron valensi yang dimilikinya membuat atom karbon dapat membentuk bermacam – macam senyawa dari yang sederhana seperti gas metana sampai yang kompleks seperti rantai DNA.

Dalam ilmu Kimia di SMA, senyawa karbon yang dipelajari adalah alkana, alkena, dan alkuna. Senyawa alkana memiliki rumus umum CnH2n+2. Alkana mempunyai beberapa senyawa turunan, yaitu : alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, ester, dan haloalkana/alkil halida. Senyawa – senyawa turunan alkana tersebut berperan penting dalam segala aspek kehidupan kita. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini disajikan beberapa kegunaan senyawa turunan alkana yang terdapat dalam kehidupan sehari – hari. Selamat menyimak!

Alkanol (Alkohol)

  1. Metanol (CH3OH)

Metanol adalah senyawa paling sederhana dari fraksi alkohol, metanol digunakan sebagai bahan baku pembuatan senyawa-senyawa lain – seperti metanal (formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Metanol juga dapat digunakan sebagai bahan bakar.

2. Etanol (C2H5OH)

Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air seperti pada pelarut parfum, cat, pernis, dan kosmetik.

Etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin). “Gasohol” adalah sebuah petrol campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol. Gasohol E10 artinya campuran 10% etanol dan 90% bensin. Gasohol dapat digunakan pada semua tipe mobil yang menggunakan bahan bakar bensin.

Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka etanol dapat dihasilkan dari fermentasi tebu.

 

  1. Alkoksi Alkana (Eter)
  1. Dietil eter/etoksi etana

Etoksi etana banyak digunakan sebagai pelarut, karena dapat melarutkan banyak senyawa organik yang tidak larut dalam air. Titik didih etoksi etana 36 °C, ini berarti etoksi etana adalah zat yang mudah menguap.

2. MTBE (Metil Tertier Butil Eter)

Zat init ditambahkan dalam bensin untuk mengurangi emisi karbon monoksida dan menggantikan Tetra Etil Lead (TEL) sebagai zat anti knocking. Senyawa eter ini digunakan untuk menaikkan bilangan oktan besin menggantikan  TEL yang menghasilkan emisi timbal, sehingga diperoleh bensin yang lebih ramah lingkungan.

  1. Alkanal (Aldehida)
  1. Formaldehid

Penggunaan terbesar formaldehid adalah sebagai pereaksi untuk penyiapan senyawa organik lain dan untuk pembuatan polimer seperti bakelit, formika, dan melmac. Formaldehid dapat mengubah sifat protein, sehingga protein tidak dapat larut dalam air dan tahan terhadap bakteri pembusuk. Alasan inilah yang menyebabkan formaldehid digunakan sebagai pengawet preparat biologi.

Formaldehid 40% atau yang lebih dikenal sebagai formalin juga digunakan sebagai antiseptik di rumah sakit untuk mensterilkan sarung tangan dan peralatan bedah. Akan tetapi penggunaan formaldehid sebagai antiseptik dan pengawet menurun akhir-akhir ini karena zat ini dicurigai berifat karsinogenik.

Formaldehid juga digunakan sebagai pelarut dan bahan campuran parfum.

2. Asetaldehid

Zat ini digunakan untuk bahan baku berbagai senyawa organik lain, seperti asam asetat, etil asetat, dan kloral. Asetaldehid dibentuk sebagai metabolit dalam fermentasi gula dan dalam detoksifikasi alkohol dalam hati.

Asetaldehid juga digunakan sebagai bahan untuk membuat karet & damar buatan, asam cuka, dan alkohol.

  1. Alkanon (Keton)

Aseton (propanon) adalah keton yang paling sederhana dan penting. Karena senyawa ini larut sempurna dalam air dan banyak pelarut organik, aseton utamanya digunakan sebagai pelarut dalam industri (misalnya, untuk cat, dan pernis). Zat ini merupakan bahan utama (terkadang bahan satu-satunya) pada beberapa merek penghapus cat kuku. Aseton digunakan sebagai bahan pengering alat-alat laboratorium.

Aseton juga merupakan bahan yang penting pada pembuatan kloroform, iodoform, dan pewarna.

  1. Asam Alkanoat (Asam Karboksilat)
  1. Asam etanoat (CH3COOH)

Asam etanoat (asam asetat) atau asam cuka merupakan asam karboksilat yang paling penting. Cuka makan yang ada di pasaran mengandung sekitar 5 persen asam asetat dalam air, telah digunakan selama berabad-abad untuk menyedapkan makanan. Orang pertama yang mensintesa asam asetat langsung dari unsur kimia adalah Adoph Kolbe (Jerman, 1818–1884) pada tahun 1845. Asam asetat digunakan pada pembuatan selulosa asetat, vinil asetat, obatobatan, pewarna, insektisida, bahan kimia fotografi, dan pengawet makanan.

2. Asam metanoat (HCOOH)

Asam metanoat atau asam format dimanfaatkan pada pembuatan pewarna, insektisida, parfum, obat-obatan, plastik, dan menggumpalkan lateks.

  1. Alkil Alkanoat (Ester)

Kegunaan ester adalah sebagai berikut :

Ø  Sebagai essence pada makanan dan minuman. Beberapa ester mempunyai aroma buah-buahan seperti apel (metil butirat), aroma pisang (amil asetat), dan aroma nanas (etil butirat).

Ø  Beeswax, campuran ester seperti C25H51COO –C30H61, dan caurnauba wax digunakan pada cat/pelapis mobil dan mebel.

Ø  Lemak dan minyak merupakan ester penting yang terdapat pada makanan kita.

Ø  Ester-ester seperti aspirin dan metil salisilat digunakan dalam pengobatan sebagai analgesik dan antiperadangan. Metil salisilat, juga disebut minyak wintergeen, merupakan bahan utama rasa/bau wintergeen. Etil asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek.

Ø  Sebagai bahan untuk membuat sabun.

Ø  Sebagai bahan untuk membuat mentega.

  1. Haloalkana (Alkil Halida)
  1. CFC (Kloro Flouro Karbon)

Istilah Freon merupakan merek dagang dari Perusahaan Dupont untuk hasil-hasil kloro fluoro karbon. Freon adalah gas-gas yang tak berwarna, bertitik didih rendah, tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan tidak menyebabkan karat. Freon digunakan dalam rumah tangga sebagai pendingin dalam kulkas dan penyejuk ruangan.

2. Karbon tetra klorida (CCl4)

CCl4 mempunyai titik didih 77°C. Merupakan cairan tidak berwarna, dengan bau yang sedikit tidak enak. Senyawa ini tidak larut dalam air, dan menjadi pelarut yang baik untuk minyak dan lemak serta sering digunakan dalam cuci kering (dry clean). Oleh karena kerapatannya yang tinggi dan sifatnya yang tidak mudah terbakar CCl4digunakan sebagai pemadam api.

3. Teflon (Tetra floro etilena)

Teflon ini banyak digunakan sebagai panci antilengket dan berbagai macam alat masak lain. Lapisan ini tahan panas dan mencegah makanan melekat pada permukaan panci.  Lensa-lensa teflon digunakan pada lampu-lampu berintensitas tinggi. Pemeliharaannya lebih mudah dibanding lensa gelas, sehingga banyak digunakan dalam industri dan gelanggang olahraga. Teflon dibuat dari CHClF2 (kloro difluoro metana) yang dibuat pada suhu tinggi.

4. Kloroform (CHCl3)

CHCl3 mempunyai titik didih 62°C. Kloroform digunakan  sebagai pelarut zat-zat organik, tetapi dicurigai bersifat karsinogen. Kloroform juga digunakan sebagai anestesi umum, tetapi senyawa ini terlalu beracun dan mengakibatkan kerusakan hati.

5. Tetra kloro etilena (C2Cl4)

Senyawa ini merupakan pelarut penting untuk cuci kering dan sebagai pelarut lemak dalam pengolahan logam dan tekstil.

6. Etilen bromida

Etilen bromida merupakan cairan yang ditambahkan pada bensin agar bereaksi dengan TEL untuk menghasilkan PbBr2 yang mudah menguap dan mudah dikeluarkan bersama asap knalpot.

Demikianlah beberapa kegunaan senyawa turunan alkana yang ternyata banyak sekali pemakaiannya dalam kehidupan sehari – hari. Semoga bermanfaat

author
No Response

Leave a reply "Kegunaan Senyawa Turunan Alkana"