Ikatan Kimia

Fakta menunjukan bahwa, selain gas mulia, hampir semua unsur yang ada di alam terdapat sebagai senyawa, artinya unsur tersebut berikatan dengan unsur yang lain dan tidak berdiri sendiri. Mengapa bisa demikian? Apakah berkaitan dengan susunan elektron valensi?

 

Unsur golongan gas mulia pada sistem  periodik unsur merupakan  unsur-unsur yang stabil dan tidak reaktif, sehingga di alam di temukan sebagai unsur bebas. Konfigurasi elektron gas mulia yang  tidak reaktif membantu menjelaskan bagaimana atom unsur- unsur yang reaktif berinteraksi satu dengan yang lain. Konfigurasi elektron seperti gas mul ia dapat dicapai suatu unsur dengan melakukan serah terima elektron dari  atom unsur satu dengan atom unsur yang lain atau dengan menggunakan elektron secara bersama-sama oleh dua atom atau lebih. (Keenan, 1996:152)

 

Ikatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar atom atau antar molekul dengan cara :

  • Atom yang satu melepaskan elektron, sedangakan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
  • Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
  • Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu atom yang berikatan

Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah guna terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.

Kestabilan unsur terjadi apabila suatu unsur mengikuti aturan oktet. Aturan Oktet adalah kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama seperti gas mulia. Gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VIIIA yang memiliki kestabilan yang sangat tinggi dan sebagian ditemukan di alam dalam bentuk monoatomik. unsur-unsur yang terdapat dalam gas mulia yaitu Helium (He), Neon (Ne), Argon(Ar), Kripton(Kr), Xenon (Xe), Radon (Rn). Gas-gas ini pun sangat sedikit kandungannya di bumi. Adapula hal penting yang menyebabkan gas mulia amat stabil yaitu konfigurasi elektronnya. Berikut adalah konfigurasi elektron gas mulia

He = 1s2

Ne = 1s2 2s2 2p6

Ar = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

Kr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6

Xe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6

Rn = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6

 

A. Ikatan Ion

Ikatan ion (elektrovalen), adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya perpindahan (serah- terima) elektron dari satu unsur ke unsur yang lain. Kedua ikatan tersebut berikatan dengan adanya gaya elektrostatis. Unsur yang cenderung melepaskan elektron adala unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur nonlogam.. Dengan kata lain, satu memberi dan satu menerima. Sifat umum senyawa yang berikatan ion:

  • Titik lebur dan titik didih yang tinggi
  • Dalam keadaan lebur dan larutan dapat menghantarkan arus listrik atau bersifat konduktor.
  • Keras dan mudah patah
  • Mudah larut dalam air
  • Tidak larut dalam pelarut nonpolar

Contoh:

Unsur Na dengan Cl yang membentuk senyawa NaCl.

Unsur Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia (8), dan unsur Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia (8). Jika unsur melepaskan elektron, maka unsur tersebut bermuatan positif, namun jika unsur menerima elektron, maka unsur tersebut bermuatan negatif.

 

B. Ikatan kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang belikatan. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital pada kulit terluar yang berisi elektron tunggal. Dan kedua orbial tersebut saling tumpang-tindih (overlap) sehingga sebuah pasangan elektron terbentuk, kemudian dipakai secara bersama oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh sesama unsur non logam. Dengan kata lain, sama-sama memberi dan menerima.

Ciri Ikatan Kovalen:

  • Pada suhu khamar berwujud gas, cair (contohnya Br2) dan ada yang pada (contohnya I2)
  • Senyawa kovalen padatannya lunak dan tidak rapuh
  • Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh rendah
  • Senyawa kovalen larutn dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air

Contoh ikatan kovalen :

Unsur H dengan N membentuk senyawa NH3

Unsur H membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi aturan oktet, sedangkan unsur N membutuhkan 3 elektron untuk memenuhi aturan oktet. Oleh karena itu, kedua unsur tersebut sama-sama memberi dan menerima (saling memakai)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*